Mengukur Janji Ismu-KB Membangun Infrastruktur Dasar Daerah

PENUHI KOMITMEN: Bupati Ismunandar didampingi Wabup Kasmidi melakukan penenkanan tombol sirine secara simbolis tersedianya listrik PLN 24 Jam di Kecamatan Rantau Pulung.(IST)

KRONIKKALTIM.COM – Masih terkenang di ingatan Dahlan (58), setiap senja menjelang, wajah Sul (9), anaknya yang kala itu masih duduk di bangku SD, sontak ikut muram. Seiring mentari turun ke paraduan, desanya yang masuk wilayah Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur (Kutim), Kaltim, perlahan ikut gulita. Saat itulah kesedihan Sul memuncak karena tak bisa lagi membaca dan belajar. Sinar lampu minyak tempel yang ia pasang di dinding tak kuasa menerangi huruf di buku yang dipegang Sul.

“Ya itu dulu, Alhamdullilah sekerang tidak lagi. listrik di Rantau Pulung sudah 24 Jam,” ujar Dahlan. Ia mengatakan, listrik adalah kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat, selain air bersih.

Ya, pemenuhan kebutuhan dasar, listrik dan air bersih memang menjadi hal yang mencolok dari kepemimpinan Bupati Kutim Ir H Ismunandar MT dan Wakil Bupati Kutim H Kasmidi Bulang ST MM (Ismu – KB). Bukan hanya di wilayah Rantau Pulung, tapi hampir menyeluruh di 18 kecamatan di Kutim. Ini sejalan dengan misi ketiga Ismu – KB, yakni, meningkatkan infrastruktur dasar yang berkualitas secara merata.

Tahun 2020 ini, memasuki tahun keempat. Saat dilantik pada 2016 silam, Ismu – KB langsung mengenjot infrastruktur dasar sebagai salah satu fokus utama di kepemimpinanya. Realisasi program tersebut pun kini terlihat cukup signifikan. Selain listrik, bukti lainnya adalah cakupan layanannya air bersih yang saat ini sudah mencapai lebih 70 persen.

Tidak tanggung, bahkan dalam kurun waktu tiga tahun belakangan, PDAM Tirta Tuah Benua kini sudah hadir di 18 kecamatan se Kutim. Ditambah lagi dengan program SPAMDes (sistem Penyediaan Air Minum Desa) yang digarap oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) serta program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat).

Dari persentase tersebut, layanan air bersih melalui PDAM mencapai 64,45 persen di tahun 2019 dengan jumlah sambungan mencapai 27.466 sambungan langganan. Sementara ketersediaan air bersih melalui program SPAMDes, melayani 29 desa dengan 653 sambungan rumah, pada 2020 ini. Layanan tersebut bisa dinikmati oleh 34.048 jiwa di luar cakupan PDAM Kutim.

Jumlah tersebut menggenapi 59 unit sarana air bersih yang dibangun melalui program SPAMDes dan Pamsimas. “Memang, kalau orang tanya mengapa dalam kepemimpinan Ismu – KB tidak ada pembangunan yang monumental. Karena, kami lebih mengutamakan pembangunan yang langsung bisa dirasakan masyarakat banyak, terutama mereka yang berada di kawasan pedalaman dan pesisir. Salah satunya, sarana dan prasarana air bersih,” ungkap Bupati Ismunandar.

Untuk listrik sendiri, ketersediaannya pun tak kalah dengan air bersih yang juga menjadi prioritas utama dalam pembangunan di Kutim. Kerjasama Pemkab Kutim dengan PT PLN Kaltim Kaltara adalah cara mewujudkan ketersediaan listrik di seluruh desa di Kutim.

“Saat ini, ketersediaan listrik di desa-desa di Kutai Timur sebenarnya sudah lebih 70 persen juga. Namun, sebagian masih menggunakan genset yang dikelola secara mandiri. Terutama desa-desa yang terpencil. Kami upayakan menggunakan listrik dengan sistem komunal. Ke depan kita tengah berusaha, seluruh desa bisa terjangkau oleh PLN,” imbuh Wabup Kasmidi Bulang.

Seperti diketahui, tahun 2019 ada 13 desa di tujuh kecamatan yang mendapatkan penerangan dari PLN. Yakni, desa Bumi Rapak, Bumi Etam dan Bumi Jaya di Kecamatan Kaubun, Desa Maloy di Kecamatan Sangkulirang, Desa Tepian Baru dan Tepian Indah di Kecamatan Bengalon, desa Selangkau di Kecamatan Kaliorang, desa Juk Ayak dan Muara Pantun di Kecamatan Telen, desa Segoi Makmur, Sikka Makmur dan Mukti Utama di Kecamatan Long Mesangat serta Desa Long Lees di Kecamatan Busang.

Tahun 2020 ini, menyusul delapan desa yang mendapat penerangan PLN dan 2021 mendatang ada 14 desa, di 2022 ada 25 desa dan di 2023 ada 10 desa. Seluruh tahapan hingga 2023 tersebut menggenapi rencana kerja PLN untuk menerangi desa-desa di seluruh wilayah Kutai Timur. Hingga akhirnya, seluruh desa di Kutim terang benderang. Anak-anak bisa belajar di malam hari, bisa menonton televisi dan menyerap informasi dari luar dengan baik.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*4/ersa).