Polemik PPDB, DPRD Kutim Hadirkan Disdikbud dan UPT 2 Disdik Kaltim RDP

Kroniklaltim.com – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2023 masih diwarnai polemik dan aksi protes masyarakat. Tidak sedikit orang tua siswa jenjang pendidikan SMA/SMK yang menyampaikan keluhan terkait sistem tersebut.

Menyikapi masalah ini, DPRD Kutai Timur (Kutim) memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim dan UPT 2 Disdik Kaltim untuk rapat dengar pendapat umum di ruang DPRD Kutim, Rabu (5/7/2023).

“Hari ini kita akan membahas masalah istilah yang sering muncul jelang tahun ajaran baru,” ujar anggota DPRD Kutim, Sayid Anjas saat memimpin RDP tersebut.

Politisi Partai Golkar itu menyatakan, PPDB sendiri merupakan suatu sistem yang digunakan untuk menyeleksi calon siswa baru. Sistem ini dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Banyak laporan dan keluhan masyarakat yang harus kita selesaikan masalah PPDB yang ada di Kutim,” jelas Anjas.

Menjawab itu, Kepala Disdikbud Kutim Mulyono menerangkan bahwa PPDB adalah sebuah singkatan yang berarti Penerimaan Peserta Didik Baru. Sistem ini dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan aturannya telah tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51/2018.

“Peraturan ini kemudian telah disempurnakan melalui Permendikbud Nomor 44/2019. PPDB merupakan sistem seleksi calon siswa baru yang diterapkan pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK,” terang Kadisdikbud.

Mulyono menjelaskan, PPDB merupakan suatu sistem nasional. Artinya, sistem penerimaan ini berlaku di seluruh daerah di Indonesia pada tingkat kabupaten/kota. Perlu diingat, kata dia, tiap provinsi bisa menyelenggarakan jadwal penerimaan yang berbeda satu sama lain, mengikuti alur di tiap daerah. Meski jadwal penyelenggaraan berbeda, proses pendaftaran melalui PPDB di seluruh Indonesia tidak dipungut biaya sama sekali.

“PPDB merupakan proses seleksi yang menggunakan satu server informasi untuk meminimalisir tindak kecurangan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala UPT 2 Kaltim Wagiman menjelaskan bahwa sistem seleksi PPDB dilakukan secara online mulai tahun 2020 lalu. Menurutnya, PPDB online menggunakan sistem satu pintu. Seluruh data calon peserta didik yang mendaftar akan dikumpulkan dalam satu database.

Kemudian, lanjut dia, server akan melakukan proses seleksi secara otomatis. Proses seleksi PPDB online dilakukan dalam tiga tahap. Antara lain calon peserta didik atau orang tua/wali melakukan pendaftaran. Operator yang menjalankan server akan melakukan verifikasi berkas. Pada tanggal yang telah ditentukan, sistem akan mengumumkan daftar calon peserta didik yang diterima. Untuk itu, Calon peserta didik bisa langsung mengecek lewat internet.

“Berdasarkan uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa PPDB merupakan sebuah sistem seleksi penerimaan calon peserta didik baru yang dilakukan melalui sebuah server tunggal. Sistem ini berlaku untuk setiap jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Anda perlu mengingat, proses seleksi PPDB ini tidak dipungut biaya sama sekali,” tutur Wagiman.(adv/Imran).

Diterbitkan pada: Jul 6, 2023 pukul 07:37