Kepala Desa Sekerat Curhat Soal Jaringan Internet ke Bupati Kutim, Berharap Jadi Atensi!

Kronikkaltim.com – Pemerintah Desa Sekerat terus mendorong daerahnya bangkit dengan peningkatan ekonomi kerakyatan lewat sektor wisata. Namun sayangnya, soal urusan sinyal telekomunikasi atau koneksi internet, desa yang terletak di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ini masih belum sesuai harapan.
Ihwal koneksi internet ini, disampaikan Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika kepada Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam kegiatan Sidang Isbat nikah yang digelar di aula Kantor Desa Sekerat, Kamis (1/9/2022).
Desa Sekerat diketahui memiliki beragam potensi pariwisata. Selain pantai, lokasi paralayang dan kuburan tokoh agama, juga disebutkan cocok untuk jadi wisata. Ketersediaan koneksi internet di kawasan destinasi wisata bisa dikatakan super prioritas, bukan semata untuk wisatawan yang datang, namun, juga usaha mikro, kecil dan menengah maupun usaha mikro di bidang pariwisata.
“Mohon maaf Bapa Bupati ini saya sampaikan supaya dapat menjadi orientasi, arahan Bapak Bupati bagaimana untuk menyikapi masalah jaringan telekomunikasi ini (jaringan internet) karena memang juga lantaran keterbatasan APBDes desa ini,” ujar Sunan Dhika.
Tak hanya itu, jaringan internet dinilai sangat dibutuhkan sebagai penunjang dan sarana komunikasi penting bagi masyarakat itu sendiri. Bahkan karena masalah koneksi telekomunikasi tersebut, sebuah musibah yang tidak diinginkan sempat terjadi di Desa Sekerat belum lama ini.
Sunan Dhika mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Sekerat baru saja berduka atas kejadian yang menimpa salah satu warganya, dan erat kaitannya dengan masalah jaringan telekomunikasi. Warga yang bersangkutan wafat setelah mendapat penganiayaan, tatkala mencari sinyal internet di kawasan Pantai Sekerat.
Meski begitu, Sunan Dhika mengapresiasi gerak cepat pihak kepolisian yang telah berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku.
Di sisi lain, menurut Sunan Dhika, sinyal telekomunikasi internet juga dibutuhkan sebagai penunjang dan sarana pendidikan.
“Tadi pagi juga, guru SMP mendatangi kami, mohon izin untuk meeting zoom di pantai. Saya tanya kenapa?, Karena ada ada ujian tidak ada sinyal di sekolah,” paparnya. (*).
Arm/Im