Reses di Pinang Dalam Sangatta Utara, Jimmy Dicurhati Soal Jalan hingga Tanggul

Kronikkaltim.com – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jimmy ST kembali menjemput aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses masa persidangan ke III Tahun 2021/2022.
Reses tersebut akan dilaksanakan di tiga titik di daerah pemilihannya, Dapil I-Kecamatan Sangatta Utara. Yaitu Gang Dayung, Gang Pinang Dalam, dan Gang Rukun.
Jimmy mengungkapkan, dirinya melaksanakan reses selama tiga kali setiap tahunnya, dan masing-masing agenda reses menyasar tiga titik lokasi. Setiap agenda yang serupa, ia menampung hingga 300 usulan, sehingga usulan dan aspirasi masyarakat setiap tahunnya berada dikisaran angka 600-700.
Meskipun usulan masyarakat tidak mampu sekaligus direalisasikan lewat pokok-pokok pikiran dewan, akan tetapi usulan tersebut juga ada yang langsung dianggarkan dan dibangun oleh pemerintah daerah. Pun pihak ketiga dengan CSR atau Corporate Social Responsibility perusahaan sebagai pertanggungjawaban secara sosial kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.
Pada reses yang belum lama ini digelar di Gang Pinang Dalam, Jimmy melakukan dialog dengan masyarakat membahas terkait usulan peningkatan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, dan pengadaan fasilitas umum.
“Kebanyakan usulannya peningkatan infrastruktur, jalan dan drainase. Kalau yang lain-lainnya itu peningkatan ekonominya melalui usulan badan usaha. Kemudian meminta usulan untuk fasilitas kepentingan umum misalnya tenda, kursi supaya warga tidak menyewa lagi,” ucap Jimmy di Gedung DPRD Kutim, Jumat (12/8/2022) kemarin.
Terkait usulan infrastruktur, Jimmy menyarakan, jika pemerintah memiliki banyak SilPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) maka usulan tersebut penting untuk direalisasikan. Menurutnya, infrastruktur tertuang dalam misi dan visi kepala daerah.
Pinang Dalam diketahui sebagai pemukiman yang kerap didera banjir sebab berdampingan dengan sungai. Untuk itu, warga dalam momen reses Jimmy ini juga curhat terkait masalah tersebut.
Jimmy mendedahkan, selain butuh respon cepat ketika terjadi banjir seperti menyalurkan bantuan berupa makanan pokok dan gerakan penyelamatan, warga juga meminta langkah kongrit pemerintah daerah untuk menanggulangi masalah bencana alam tersebut.
“Setelah kita diskusi bersama-sama terkait penanganan ini, kasus yang ada disitu, masyarakat memahami bahwa yang harus diselesaikan itu mengenai masalah banjirnya. Kalau upaya mitigasi ini misalnya peninggian tanggul dan sekitar bantaran sungai,” paparnya. (*).
Imran