Semrawut Pasar Tumpah, Parkir Liar dan Antrean BBM di Sangatta Utara Jadi Perhatian

Kronikkaltim.com – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Kasmidi Bulang memimpin kegiatan Forum Coffee Morning, di Ruang Meranti, Senin (01/08/2022) pagi.

Beberapa persoalan mencuat saat Camat Sangatta Utara Hasdiah diberikan kesempatan menyampaikan progres, laporan, dan program kegiatan. Persoalan Pasar Tumpah yang semakin berkecamuk di jalan impres, parit sembarangan atau parkir liar, antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) disertai kerusakan jalan di Jalan APT Pranoto di Sangatta Utara diungkap.

“Ini yang menjadi polemik di Sangatta Utara adalah pasar tumpah di jalan Diponegoro sampai pasar tumpah jalan impres, bukannya berkurang justru makin bertambah. Jadi kami mohon keterlibatan semua stakeholder,” ucap Hasdiah.

Pertama pihaknya telah bekerja sama dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk mensosialisasikan terkait pedagang dan parkiran. Sudah banyak yang sesuai aturan, namun masih banyak pedagang yang membangun diluar dari jalur yang ditentukan dan limbah mencemari lingkungan sekitar.

“Kedua parkiran pembeli yang mengakibatkan kemacetan sehingga sering terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Hasdiah juga menambahkan persoalan antrian BBM di jalan APT Pranoto yang menyebabkan penyempitan jalan oleh antrian sehingga sering terjadi kecelakaan.

“Jalan di APT Pranoto itu semakin hancur disebabkan banyaknya antrian-antrian BBM di jalan itu, sehingga kami mohon bantuannya dalam penanganan masalah ini,” tuturnya.

Sementara itu, usai kegiatan saat di temui awak media Wabub Kutim Kasmidi Bulang mengatakan pihaknya meminta Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup untuk terus sosialisasi dan mengawasi di lapangan, terutama penggunaan pinggir-pinggir jalan sehingga membuat kemacetan.

“Saya sudah meminta Kasatpol PP dan DLH, berkaitan juga dengan limbah yang dihasilkan. Kita tidak melarang masyarakat untuk berjualan, tapi harus ada ketentuan-ketentuan yang tidak boleh dilanggar, pertama IMB, kemudiaan terkait dampak lindungannya,” ujar Kasmidi.

Tak kalah penting persoalan BBM, di Kabupaten Kutim. Kasmidi menyebut, Pemerintah bersama pihak terkait, telah melakukan berbagai upaya, untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Kita akan hitung Kembali kebutuhan kita (se-Kutim) dengan melihat kondisi terkini. Sebab dengan kelangkaan BBM ini, ada persoalan-persoalan yang muncul, seperti terjadi kemacetan, hingga ada kecelakaan. Disamping itu, terjadi kerusakan jalan akibat kendaraan-kendaraan berat yang menumpuk di jalanan untuk mengantri BBM. Saya minta Disperindag untuk hitung dengan benar kebutuhan kita dan akan kita serahkan ke Pusat, agar kouta kita bisa ditambah lagi,” tandasnya.

Reporter : Heristal