Sultan Aji Muhammad Idris, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura jadi Pahlawan Nasional

Kronikkaltim.com – Nama Sultan Aji Muhammad Idris tak lekang oleh waktu meski ia telah berpulang ratusan tahun silam. Ia merupakan Sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang memerintah selama tahun 1735-1778. Sultan Aji Muhammad Idris kini akan selalu dikenang sebagai pahlawan nasional.
Gelar itu resmi diberikan oleh Presiden Joko Widodo tepat di Hari Pahlawan tahun ini, Rabu (10/11/2021).
Keputusan mengenai pemberian gelar itu dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 109 dan 110 TK Tahun 2021 tentang Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa.
Selain Sultan Aji Muhammad Idris, ada tiga tokoh lainnya yang diberi gelar tersebut yakni Tombolututu dari Sulawesi Tengah, dan Usmar Ismail dari DKI Jakarta, dan Aria Wangsakara dari Banten.
Berikut profil singkat Sultan Aji Muhammad Idris:
Sultan Aji Muhammad Idris merupakan Sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang memerintah selama tahun 1735-1778.
Ia menjadi sultan pertama yang menyandang nama bernuansa Islam setidaknya sejak masuknya penyebaran agama Islam di Kesultanan Kutai Kartanegara pada abad ke-17.
Sultan Aji Muhammad Idris adalah cucu menantu dari Sultan Wajo La Madukelleng yang berangkat ke Tanah Wajo, Sulawesi Selatan.
Di Wajo, ia turut bertempur bersama rakyat Bugis melawan Veerenigde Oostindische Compagnie (VOC), kongsi dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda.
Dengan gagah berani, Sultan Aji Muhammad Idris terlibat dalam penggempuran VOC.
Namun, dalam pertempuran itu, Sultan Aji Muhammad Idris gugur di medan perang.
Gugurnya Sultan Aji Muhammad Idris membuat pemerintahan kesultananan kosong. Untuk mengisi roda pemerintahan, kesultanan kemudian dikelola sementara oleh Dewan Perwalian. (Red).