Banjir di Benteng Mawakal Bisa Terjadi Karena Siklus 10 Tahunan

Kronikkaltim.com – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menilai banjir yang terjadi di berbagai kecamatan di Kutim dipengaruhi oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi beberapa bulan belakangan ini. Dia menyebut skala ulangan banjir besar di wilayah Benteng Mawakal itu bisa terjadi setiap 10 tahun.
“Kalau yang saya ketahui, karena saya juga orang sana, itu yang musiman siklus 10 tahunan itu sudah biasa. Apalagi curah hujan di wilayah utara sebulan belakangan ini cukup tinggi,” ujar Ardianysah, Jumat 21 Mei 2021.
Benteng Mawakal meliputi 8 kecamatan, diantaranya kecamatan Muara Bengkal, Muara Anclong, Muara Wahau, Busang, Long Masengat, Batu Ampar, Kombeng dan Telen, menurut Ardiansyah, dampak dari banjir tahuanan itupun tak menentu. Terkadang cukup besar, dan sebaliknya.
Meski demikian, dia menilai banjir yang terjadi kali ini cukup besar jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Hanya kita melihat dampaknya yang kadang kala ada yang terdampak cukup besar, ada yang terdampak kecil begitu. Dan, kali ini memiliki (dampak) yang cukup besar,” tutur Ardiansyah.
Selain karena intensitas hujan, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengungkapkan bahwa dampak cukup besar kali ini, dipengaruhi oleh banyaknya bangunan modern yang bersifat permanen.
“Nah, sekarang ini lebih banyak masyarakat yang membuat bangunan itu permanen begitu. Ya, sebagian besar inilah yang memiliki dampak yang cukup besar dari banjir ini,” kata Ardiansyah.
Ardiansyah memberikan perbandingan musibah banjir yang terjadi di tahun sebelumnya, diamana kala itu belum banyaknya bangunan yang dibuat secara permanen.
“Kalau yang rumah panggung seperti zaman dulu itu masih tidak terlalu berdampak. Sekarang dengan banyaknya rumah permanen ini yang memiliki dampak yang cukup besar, begitu menurut saya,” tambahnya. (adv)