Diduga Terdampak Aktivitas Tambang, Petani di Kaliorang Minta Sawahnya Dibeli

Kronikkaltim.com – Masyarakat yang merasa terdampak aktivitas tambang batubara di Desa Sepangkau, Kecamatan Kaliorang, Kitai Timur (Kutim), Kaltim, menunggu kejelasan ganti rugi akibat banjir lumpur mengenagi sawah mereka.

Kepada perusahaan, pemilik lahan tersebut bersikukuh agar sawah atau lahan miliknya dibebaskan lalu kemudian dibuatkan tempat penampungan air atau embun.

“Kita meminta agar lahan separuh yang sudah dibebaskan perusahaan itu, di bikin kolam, penampungan air atau das. Dibikin besar-besar. Jadi lumpur itu tidak langsung ke sawah,” ucap Arsyad, seorang pemilik sawah di Desa Selangkau, Selasa (1/12/2020).

Arsyad menjelaskan bahwa pihak kondev perusahaan rencananya mau membuat parit. Namun hal tersebut dinilainya tidak efektif. Sebab, jika musim hujan air tak dapat terbendung dan akan tetap meluap masuk ke persawahan.

“Dibikinkan parit kalau hujan begini, hujan 3 jam saja itu air tetap meluap dan limbah atau lumpur itu tetap masuk. Lebih bagusnya itu ada lahan 1 hektare agar dibebaskan, supaya kita bisa bikin model embun, tujuannnya sebagai penampung air sekaligus bisa dimanfaatkan petani saat musim kemarau,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak perusahaan yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait perihal tersebut. Redaksi kronikkaltim.com juga sebelumnya mencoba menghubungi manajemen perusahaan, namun hingga berita ini kembali terbit mereka belum memberikan jawaban.

Diberitaian sebelumnya, hujan yang mengguyur wilayah Desa Selangkau Kecamatan Kaliorang, Kutim, Kaltim, menjadi petaka bagi warga setempat. Pasalnya, sawah milik warga di daerah itu direndam lumpur. Warga menduga lumpur tersebut berasal dari aktifitas tambang batubara yang ada hulu persawahan.

Penulis: Ersa

Editor : Imran R Sahara.