Ismunandar dan Encek Pasti Bernyanyi di Gedung KPK, Siapa Berikutnya?

Kronikkaltim.com – Pengamat hukum dan pengajar di Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, memastikan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar dan Ketua DPRD Kutim Encek Unguria Riarinda Firgasih akan bernyanyi di gedung KPK. Selain itu pria yang di sapa Castro ini, memastikan akan adanya implikasi politik yang terjadi akibat absennya Ismunanadar dalam Pilkada di 2020.
Nyanyian Ismunandar di dalam gedung KPK mungkin akan menjadi kunci dari terkuaknya berbagai kasus korupsi yang ada di Kutim hingga di Kaltim. Namun apakah hal ini akan menambah jumlah tersangka dalam kasus ini. Menurut Castro hal ini belum bisa dipastikan, karena KPK bekerja berdasarkan bukti. Nyanyian Ismunandar pasti telah bergema di gedung KPK, namun kembali hal ini tidak ada artinya bila tidak ada bukti-bukti yang mengarahkan pada orang tertentu yang ikut terlibat dalam kasus ini.
“Pasti dia akan bernyanyi, tapi dikunci hanya sebatas ke orang-orang yang turut serta melakukan dan menikmati kejahatan saja. Apakah hanya sebatas 7 orang yang di OTT itu yang terlibat, ataukah ada orang lain di luarnya. Semua tergantung bukti2 yang dia miliki,” jelas Castro.
Castro juga ikut berkomentar mengenai spekulasi politik, apakah ada kaitan penangkapan Bupati dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan diselenggarakan 9/12/2020. Diketahui bahwa Ismunandar adalah calon terkuat sebagai incumbent yang akan bertarung di Pilkada 2020. Apalagi tujuan Ismunandar saat berada di Jakarta pada 2/07/2020 untuk kegiatan sosialisasi pencalonan sebagai calon Bupati Kutai Timur 2021-2024, yang pada akhirnya menjadi tersangka kasus korupsi.
Menurut Castro bahwa riak-riak politik yang terjadi di masyarakat terkait penangkapan yang akan bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah hal wajar dan sulit untuk dihindari. Namun bila berbicara soal hukum secara sederhana dalam kasus ini, maka tidak akan ada asap bila tidak ada api.
“Ini pure soal hukum. Logikanya, kalau ngak ada suap ya, ngak mungkin di OTT. Perihal ada implikasi atau dampak politik yang ditimbulkan, itu hal yang sulit dihindari,” jelasnya.
Sebelumnya, dalam operasi tangkap tangan yang digelar Kamis, 2 Juli 2020, KPK menangkap 16 orang. Beberapa di antaranya Bupati Kutai Timur Ismunandar dan Ketua DPRD Encek Unguria Riarinda Firgasih. Encek merupakan istri dari Ismunandar. Keduanya sudah menjadi tersangka.