Protokol Kesehatan Memasuki New Normal Untuk Cegah Gelombang Kedua Covid-19 di Kaltim

Kronikkaltim.com – Kalimantan Timur (Kaltim) yang kini memasuki masa new normal hanya akan berhasil bila masyarakat mengikuti protokol kesehatan (Prokes) dalam berbagai aktivitas sebagai upaya untuk memanimalisir dan memutus mata rantai penularan Covid-19. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak menghimbau agar Prokes menjadi gaya hidup baru masyarakat.
“Fase relaksasi atau pelonggaran aktifitas yang diterapkan di beberapa adaerah ini harus dibarengi dengan pengawasan ketat dari pemerintah khususnya dalam penerapan protokol kesehatan. Disamping itu juga bagaimana ketaatan dan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan,” jelas Ishak 24/06/2020.
New normal yang diterapkan juga tidak lepas dari pembangunan ekonomi Kaltim yang diharapkan kembali pulih pasca Covid-19. Peran Prokes dalam membangun kembali aktivitas masyarakat sangat penting menurut Ishak, bila masyarakat tidak patuh, maka akan mengakibatkan penyebaran Covid-19 gelombang berikutnya.
Andi Muhammad Ishak, yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim mengingatkan kalau semuanya mau aman dari penularan Covid-19, maka kunci utamanya adalah kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan.
“Dengan kapatuhan maka kita akan terlindungi dari Covid-19, dan perubahan paradigma hidup seperti ini, maka kita bisa aktif untuk kemudian produktif, karena itu persyaratan mutlak bahwa kita harus aman, dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya.
Andi Muhammad Ishak juga menyampaikan perkembangan terakhir Covid-19. Terdapat penambahan 204 orang dalam pemantauan, sehingga total ODP sebanyak 12.124 kasus, kemudian ada 157 yang selesai pemantaun, sehingga totalnya 11.505 kasus, yagh masih dalam proses 619 kasus.
Untuk kasus terkonfimasi positif ada penambahan 9 kasus yang berasal dari Berau 1 kasus, Balikpapan 2 kasus, Paser 4 kasus dan Kubar 2 kasus, sehingga total yang positif sebanyak 456 kasus.
Untuk kasus yang sembuh ada penambahan 10 kasus yang berasal dari Balikpapan 3 kasus, Kukar 2 kasus, Kutim 2 kasus, Samarinda 2 kasus dan Berau 1 kasus, dan total yang sembuh sebanyak 334 kasus, sementara yang masih dirawat ada 116 kasus, kemudian yang meninggal dunia ada penambahan 1 kasus dari Paser sehingga total yang meninggal dunia sebanyak 6 kasus.