Petani Kutim Tetap Semangat Tanam Padi, Jaga Ketahanan Pangan Dimasa Pandemi

KRONIKKALTIM.COM – Walaupun di tengah serangan pandemi virus corona atau COVID-19, para petani di Kutim tetap semangat untuk melakukan cocok tanam. Langkah ini sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan di Kutim, makanya tanam padi tetap dilakukan pada musim tanam seperti sekarang ini.
Salah satu contohnya yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Luah Putih dan Poktan Lembah Lestari, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan. Poktan tetap melakukan cocok tanam, pada musim tanam April-September. Dengan adanya tanaman padi ini, diharapkan bisa memberikan harapan bagi masyarakat dalam kebutuhan pangan di masa mendatang.
“Alhamdulillah petani di desa Sangatta Selatan dan sejumlah daerah lainnya masih tetap konsisten untuk melakukan cocok tanam padi. Sebab, saat ini sedang musim tanam, sehingga para petani sudah saatnya menanam kembali padi sawah mereka,” kata Kadis Petanian Sugiono.
Bukan hanya di desa Sangatta Selatan yang melakukan cocon tanam padi sawah, di Kaubun dan beberapa kecamatan lain juga melakukan hal yang sama. Dia berharap, dengan adanya petani menanam kembali padi, setelah panen berlangsung, diharapkan membantu dalam hal pengadaan pangan pada pendemi COVID-19 yang sekarang sedang melanda di Kutim dan Indonesia umumnya, serta dunia ini.
Menurut Sugiono, semangat bercocok tanam para petani ini, sebagai wujud instruksi Bupati Kutim H Ismunandar untuk terus menanam di pekarangan masing-masing, termasuk palawija dan padi. Langkah ini sebagai salah satu wujud kepedulian petani untuk menjaga ketahanan pangan di Kutim ke depan.
Bahkan semua Camat dan Kades di Kutim juga melakukan gerakan tanaman di pekarangan yang dinilai sebagai lahan ‘tidur’ selama ini. Bukan hanya tanaman padi, semua jenis tanaman yang bermanfaat, seperti singkong, jagung, ketela, lombok dan sayur-mayur juga digalakkan di masyarakat pada pandemi COVID-19 ini. (*/hms2/hms3)