Diduga Lupa Matikan Kompor, Satu Rumah Joglo di Sangatta Terbakar

KRONIKLALTIM.COM – Diduga karena lupa mematikan kompor, satu rumah Joglo (Lafhibar) di RT 38 Jl AW Syahrani, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur, Kaltim hangus terbakar, Kamis (14/5/2020) pukul 08.40 Wita.

Kronologi kejadian, Syaiful yang awalnya melihat kepulan asap dari dalam kamar saudara Komang. Setelah melihat kepulan asap tersebut, ia pun berusaha untuk melihat kedalam kamar saudara Komang, namun pintu kamar dalam kondisi terkunci sehingga Syaiful berusaha untuk mendobraknya tapi tidak berhasil sehingga meminta bantuan dari Iwan yang saat itu masih tidur dikamar, namun api sudah membesar dan susah untuk dipadamkan.

Karena api sudah membesar maka saudara Syaiful meminta bantuan dari PMK Kabupaten Kutim dan warga yang sedang melintas di Jalan WA Shahrani.

Api berhasil dipadamkan sekira Pukul 09.20 Wita setelah 4 unit mobil PMK diterjun kelokasi dengan dibantu oleh para Personil Kodim 0909 Sangatta, Polsek Sangatta dan warga masyarakat.

Dari tempat kejadian itu, api dilaporkan bersal dari kamar Komang, salah satu penghuni rumah yang terbakar tersebut. Selain Komang, di bangunan itu juga ditempati tiga orang lainnya, yakni Iwan, Syaiful, dan Yusuf.

Sementara itu, Kapolsek Sangatta Utara AKP Slamet Riyadi menjelaskan, api dan asap yang muncul dari salah satu kamar rumah itu ternyata kosong, karena penghuninya sedang pergi bekerja.

“Hasil pemeriksaan tim kami di TKP bahwa api diduga muncul dari plafon di kamar tersebut, sehingga dugaannya itu disebabkan korsleting listrik,” ungkap Slamet kepada halokaltim.com.

Namun, ada pula dugaan lainnya, bahwa penghuni kamar tersebut yang sedang memasak lupa mematikan kompor dan ditinggal pergi untuk bekerja.

“Nanti untuk pemeriksaan lebih lanjut ditangani pihak Polres Kutim,” ucap Slamet.

Berutung tak ada korban jiawa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil yang berupa rumah beserta sejumlah isinya yang habis terbakar itu diperkirakan mencapai Rp 400 juta. Lokasi kejadian terpantau aman, pihak kepolisan juga telah melakukan penyelidikan. (*).